Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 12 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 96 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Salam merdeka dari Abidjan!
The models posing at our parking lot >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Pertama baca artikel ini, aku bingung ma bahasa radionya, mpe singa, ...
by DeeAn in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Selamat bertugas, jalankan tugas dengan baik dan jaga nama baik (diri ...
by Artha in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Terus maju dengan menegakkan disiplin serta imparsialitas dalam mengemban tugas dibawah ...
by Luigi Pralangga in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
salut buat Tim Konga. sukses selalu di mana pun berada ...
by anbhar in Peralatan Pasukan GARUDA XXIII-B lulus standar pasukan PBB
duuh, akhir2 ini kok di kepala saya isinya congo melulu.. :( ...
by nadia in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Wow…two thumbs up for all of you guys there.
membuat anak2 ...
by aryo in Prajurit Garuda bangun Taman bermain untuk anak sekolah Lebanon
Itulah kenangan … yang pasti tdk akan pernah anda lupakan,pasti banyak ...
by Erfan Ahmad in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Sebuah langkah yang positive dalam membangun kerjasama dgn FARDC,hanya saja ...
by Erfan Ahmad in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Yakin, pasti pengalaman bertugas di Lebanon ini adalah merupakan pembuka mata ...
by Luigi Pralangga in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Saya membayangkan fotonya bakalan bersalju, ternyata tetep gersang juga yah, hehehe… ...
by silly in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Suatu siang, si boss datang menghampiri si kampret ini dan dengan kalem berseru:
“You are to represent us from Procurement on the next DMS (Director of Mission Support) visit to the region..”
“When is this gonna be?”
“This Thursday and don’t be late..”
“Aye..aye, Ma’am!”
Memang, layaknya kunjungan pejabat tinggi pihak administration dari Misi Pemulihan Perdamaian PBB di Liberia (UNMIL) mesti didampingi oleh pejabat terkait masing-masing seksi unsur pendukung operasional. Wakil-wakil staff dari kantor seksi mission support seperti Procurement Section, Supply & Joint Logictics Section, Air Operations, Engineering Section dan lain sebagainya mesti mengirimkan wakil-wakilnya dalam rombongan DMS berkunjung ke pedalaman Liberia, dimana batalion peacekeepers dan kantor-kantor regional UNMIL berada.
Peninjauan reguler ini sebenarnya setiap minggu dilaksanakan, kebetulan giliran si kampret ini yang jatuh pilihannya untuk terbang ke pedalaman sana. Mendengar nama “Greenville” – rasanya – bagi mereka yang belum tau dan pernah berkunjung ke Liberia, pasti benaknya menggambarkan sebuah daerah yang hijau, indah seperti di pedalaman midwest Amerika atau pelosok Eropa.
Pukul 7AM sudah tiba di Bandara Domestik, James Spriggs-Payne Airfield di bilangan Congo Town – Monrovia. Bendera PBB berkibar perkasa bersanding dengan bendera Liberia. Beberapa helikopter UNMIL pun sedang diutak-ituk oleh para teknisinya sebelum terbang ke berbagai penjuru.

Bah!, lupakan saja gambaran itu ..dan kenyamanan terbang dengan pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737-400 dan sejenisnya. Kita terbang dengan pesawat capung, sodara-sodara!. Ya, pesawat capung! – dikasih tau kok nggak percaya sih?. Perkenalkan UN-151, penerbangan VIP dengan menggunakan pesawat Bombardier’s DCH-7 atau yang dikenal dengan istilah akrabnya: Dash-7. Pesawat bertenaga turboprop dengan 2 mesin bertenaga ampuh pada tiap sisi sayapnya. Mampu terbang tinggi dan lepas landas/mendarat pada landasan pendek dengan permukaan apapun.



15 Orang total rombongan diangkutnya melintas hutan tropis Liberia. Tanpa ada suguhan makan selama penerbangan 1,5 jam, jadi si kampret ini sudah tahu benar bahwa harus mengisi tangki perut ini sebelum terbang pagi. Meski si cabin crew, sering mondar-mandir hanya melihat apakah kampret-kampret penumpangnya mengenakan sabuk pengaman dengan baik dan benar.
Goncangan di udara bukan main kuat dan sering, meski si kampret ini sudah tidak begitu takut lagi naik roller coaster , namun hentakan diudara ini jelas berbeda dengan kereta luncur itu, dimana sekali anjlok, si jantung ini berasa seperti sudah jatuh di lantai.. Eduun, man!.
Mendarat di Greenville Air Strip, memang sebuah pengalaman baru.. meski menurutcerita kawan-kawan military observer yang sudah pernah berkunjung ke sana, mereka bercerita kalau si landasan baru saja diperbaiki oleh Batalion Engineering dari Kontingen Pakistan dengan berbagai alat-alat berat, namun karena hujan yang turun bertubi-tubi mengguyur sebagian besar Liberia, si landasan itu tidaklah berbeda dengan lapangan yang gemar dibuat main sepakbola oleh bocah-bocah dikampung saat hujan itu. Begitu si roda-roda pendarat menyentuh permukaan, terasa benar dia (si pesawat) agak mbelesek masuk..untungnya tidak ada gangguan apapun.
Bak kunjungan kerajaan saja, tidak jauh dari tarmac sudah berjejer para staff senior militer dan staff senior admin regional Greenville memunggu kedatangan kita. Berjalan keluar dari pesawat, terik matahari sudah banyak membuat kita melelehkan keringat. Rombongan VIP ini kemudian langsung diantar menuju Regional HQ.


“Are you Mr. Pralangga?” – tanya seorang perwira militer dari Bangladesh sembari melihat pada secarik kertas, yaitu list of VIP Guest.
“Yes, you are right..”
“This way, sir.. I am (Sebutlah dia namanya) Major Maksudul Hayamdugul – your escort during this visit and we are taking the car number 5 over there,sir.”
Nampaklah disana sederet kendaraan Nissan Patrol anyar sekitar 8 kendaraan – semuanya lebih bagus dari kendaraan kantor yang saya gunakan di Monrovia, dan yang lebih membuat kita berasa benar-benar VIP adalah pengamanan ekstra dari pengawalan pasukan bersenjata di depan dan dibelakang urutan konvoi itu.


Meninjau beberapa lokasi pembangunan sarana pendukung bagi kontingen avaiasi Ukraine yang menempatkan 4 unit heli tempurnya disana, yang melakukan patroli udara reguler hingga perbatasan Liberia – Ivory Coast, kita juga meninjau beberapa fasilitas pendukung operasional UNMIL,yaitu Greenville Seaport yang menjadi lini utama jalur re-supply pasukan PBB di Greenville – Liberia
Selain berkunjung menemui para staff dan mendengarkan laporan, serta keluhan mereka, perihal kelancaran operasional dan kesejahteraaan staff (Welfare), pihak administration juga menyediakan fasilitas gym/fitness center bagi para staff, baik staff lokal dan internasional agar bisa menikmati fasilitas pusat kebugaran lepas bekerja. Fasilitas akomodasi/rumah tinggal para prajurit dari batalion Ethiopia yang bertugas disana juga termasuk dalam agenda inspeksi. Lepas berdialog dengan para staff regional, kemudian kita melanjutkan penerbangan dengan menggunakan helikopter ke Barclayville, sebuah kampung dimana pasukan Ethiopia lainya bertugas menjaga stabilitas keamanan disana.
Terasa benar bedanya, terbang dengan pesawat jenis “fixed-wing” dengan “Rotary” macam si heli MI-8Tv ini. Jelas lebih nyaman terbang dengan pesawat bersayap ketimbang yang berbaling-baling raksasa ini. Karena selain bisingnya minta ampuuun, kedua telinga ini kudu disumbat oleh “sumpal budek-budekan” – kata sayah mah, agar melindungi dari kebisingan selama penerbangan. Kedua, getaran baling-baling heli itu bukan main hebatnya, persis seperti duduk disebelah generator raksasa.




Bahkan lepas mendarat dan keluar dari penerbangan heli selama 1 jam itu, sepertinya pantat ini perasaannya bergetar terus: “Deeerrrrrrddddddd” gitu deh – kebayang pulangnya harus bergetar selama 1 jam lagi – kacau!. Namun demikian kunjungan ke pedalaman Liberia itu sungguh perjalanan yang seru dan banyak sekali berbincang-bincang dengan para prajurit penjaga perdamaian PBB itu.
Mungkin ceritanya sedikit berbeda dengan kawan-kawan Indonesian Peacekeepers yang tergabung pada Kontingen Garuda XXIII-B di Lebanon dan Kontingen Garuda XXE di Dem. Republic of Congo, bolehlah cerita-cerita. Namun demikian, hormat salut banget si kampret ini atas semangat serta perjuangan mereka berada di tempat terpencil itu.. beberapa foto-foto selama kunjungan itu bisa ditengok di photo gallery.
Saat melongok pada satu barak, saya bertemu dengan seorang tentara Ethiopia yang sedang menggengam secarik kertas, yaitu sebuah surat yang diterimanya dari sanak familinya. Meski ia tidak lancar berbahasa Inggris menjawab pertanyaan saya, namun dari rawut wajahnya dia nampak gembira menerima khabar dari kampung halaman-nya.



Guys, have you ever talked to your our friends serving in the military, whose assigned in remote areas?. If yet, write them a letter.. you may never imagine how a piece of letter with your heart-felt writings can make someone’s day a sudden bright-sunny one despite the fact that it is cluody and gloomy at his end. Please share your story..
==>write them a letter
ini bs menjadi obat rindu sama keluarga ya kang. slamat bertugas kang
Oom Luigi lagi di Monrovia tho (baru ngerti kalo Monrovia itu di situ setelah baca), selamat bertugas yak :-)
Hehehe… namanya meni Greenville, kayak lokasi wisata aja
wah makin seru aja perjalanannya..
tapi pesawat capungnya lumayan elit dalamnya… :D
wohhh… lagi bertugas keluar toh… wahhhh… baru kali ini bisa mengunjungi web punya seseorang yg lagi mengemban tugas negara sepenting ini… all the best deh ya ^^
hi… Iam ANANDA RIZKY aka MANDA. wow cool journey…
Dear Bang Luigi,
Wow its really nice what u do there…..
Sengan mendengar suatu bangsa yang perlahan mulai bangkit…
tapi kalo lihat bangsa ku saat ini, justru sedih banget ya.. terutama di Jakarta..
Seperti kemaren pemadaman listrik berkala, trus jalanan yang rusak dan sudah ada sedikitnya 3 orang pengendara motor yang meninggal karena jatuh karena jalanan rusak, kemacetan yang tidak bisa ditanggulangi dikarenakan macet nya program monorail serta tidak ada nya pembenahan regulasi lalu lintas.
Jadi kapan nih rencana pulang ke jkt ? Insya Allah aku bisa jemput loh… :). Ohya berapa lama rencana di jkt ntar? – Btw berapa sering pulang ke Indo?
Selamat Ulang Tahun RI yang ke 63…….
Regards,
Abdi
Kang, Braclayville?. Bagaimana situasi disana Kang. Saya sendiri belum pernah kesana walaupun masih dalam wilayah Sector IVB.
Katanya Chopper hanya ada 1 kali seminggu dari Monrovia – Barclayville. Untuk supply bahan bakar, kita supply pakai udara Kang dari Monrovia.
mas luigi pesawat yg dash 7 itu masih dipake kok buat komersial dari menado ke sorong, tapi dapet aqua gelas. sama sekitar 1,5 jam juga penerbangannya. pingin naik helinya kalo itu gw blm pernah soalnya. berisiknya mungkin sama kalo naik casa 212 ya?
Wah… jadi ingat waktu naik Dash7 ke Simeulue, waktu itu taon 2005-2006. Beneran loh.. pas naik agak2 tegang gitu.. pengennya cepat mendarat aja euy!! Mana pake transit di Meulaboh lagi.. duh :).
Tapi aku paling suka tuh naik helikopternya.. seru!! bisa liat 2 pemandangan :D. jadi pengen lagi mengulang masa2 itu hehe..
Salam
-f
whuaaaaa akhirnya bisa juga komment di sini!!!
salut emang bisa ngejalanin tugas yang begitu beratnya….
tapi dengan hati ikhlas pasti jadi ga berat….
tapi ini tugas yang amaaattt mulia koq…
so keep spirit & keep smile…
hoho…pesawatnya beneran bisa mendarat dmn aja???kalo gitu mendarat di sawah bisa dunk ato di laut!!!huehehee..pisss…..
Akang, tugas yang dijalankan ke pedalaman Liberia kali ini sungguh seru ya menurut saya. Baik itu alat Transportasinya maupun juga pentingnya pekerjaan itu sendiri. Dengan ngebacanya aja kita seperti diajak ikut serta dalam perjalanan itu sendiri. Selamat bertugas deh Akang, semoga dalam tugas yang selanjutnya kita dibagi pengalaman yang lebih seru yaaaa?????
Wow,,, ga kebayang deh mas,, merinding aku bacanya… Good luck ya mas,, Selamat bertugas,,!
« Salam merdeka dari Abidjan! The models posing at our parking lot »