About This Post

Puguh PAMUNGKAS

Correspondent Puguh PAMUNGKAS

Total 9 comments

Podcast Status No podcast here!

Features Email article link

Posted 97 days ago

technorati View blog reactions

post to del.icio.us

post to digg

post to ma.gnolia

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Rating Entry

Rating: 7.0/10(2 votes cast)

Articles

Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”

May 2008, adalah awal menjalani kehidupan yang berwarna dan baru bagi seorang anak manusia yang bisa dikatakan masih bau kencur dalam belantara dunia peacekeeping. Khususnya bagi mereka yang mengawali karir bersama UNHAS dulunya. Saat kedua kaki ini menginjakkan benua yang konon katanya berlian hitam Afrika – tepatnya Sudan.

Dengan modal keberanian dan doa sang Bunda serta Alqa menguatkan semua tekad. Saya ingat dengan artikel berjudul: Manuver itu berawal dari langkah kecil, kata Kang Luigi

Tak terasa 3 bulan telah belalu, dengan semua aktivitas yang amat sangat menyibukkan, serta penuh dengan kejutan-kejutan, terutama saat bergabung dengan Unit yang namanya MovCon (Movement Control) ini.

Banyak hal baru yang didapat dan proses pembelajaran selain modal pengalaman sebelumnya yang dari UNHAS – diaplikasikan di tempat yang baru ini. Semua itu telah menjadi bekal dan pelajaran kedepan, namun entah apa kedepan rahasia Ilahi ini setelah episode Surat Cinta dari Darfur ini diterima.

Akhirnya si kencur ini menjadikan Khartoum, ibukota Sudan, sebagai duty station. Meski jauh dari ketegangan layaknya seperti diberitakan media, tapi coba lihat ketegangan apa dan yang mana dulu?. Tidak dipungkiri bahwa semua hal pasti tidak luput dari kendala. Kali ini, saya ingin berbagi cerita tentang moda transportasi yang dirasa sangat vital.

Mungkin bagi sebagian staff yang memperoleh kendaraan (mobil) tiap kantor unit-nya namun banyak mereka lain-nya tidak sebegitu beruntung. bekerja di Khartoum, sebagai staff asing, tanpa dukungan kendaraan dinas kantor, juga di rasakan si kencur ini. Setiap harinya harus terus berurusan dengan Transport Dispatch Unit, sebuah Sub Unit pada UNAMID Transport Section yang mengatur antar-jemput para staff UNAMID yang berbasis/berkantor di Khartoum.

Agar dapat dijemput-antar oleh sopir dari si Dispatch Unit ini, layaknya pesan taxi Blue Bird di Jakarta, dimana kita harus melakukan pemesanan (booking) sehari sebelumnya. Pernah juga sih mengikuti jadwal bus yang rutenya melalui tempat tinggal, namun hal ini banyak molornya dan serba ga jelas. Jadi terlambatlah tiba di kantornya.

Dari pengalaman itu, kemudian dicobalah membooking, yang Alhamdullillah lumayan tepat waktu walau tidak jarang juga sering telat ato malah tidak datang sama sekali, meski sudah di hubungi – berjuta-macam aja alasanya sih.

Mas, ya mau ga mau harus Tagiga (sabar) – kata mereka. Atau langkah lain yaitu menggunakan Reksa (Tuktuk) ato Amjad yaitu sebuah bus kota persis Metromini ato Robur (Kendaraan taoun 70 yang digunakan semasa kuliah dulu).

Meski perasaan ini masih berasa seperti turis, namun kondisi penuh sesak dimana “bau menyengat yang sangit” dari jenis karakter bau-nya ini TIDAK akan ditemukan pada manusia Indonesia dengan kelek (Baca: Ketiak) tersangit sekalipun!

Nah, pengalaman naik Amjad Khartoum ini mengingatkan pada suatu kegembiraan ya ingat masa kuliah dulu sih, ya asik dan dibawa enjoy dan harus dinikmati perjalanan ke tempat tujuan dengan selamat. (eh bukan selamat keperjalanan menuju kantor atau kerumah aja dong yang pastinya dunia Akhirat Insya Allah selamat).

Perjalanan Amjad Khartoum nampaknya mempunyai kemiripan dengan perjalanan dalam hidup ini.

Semuanya terus berlanjut, paling tidak hari ini dan beberapa hari kedepan adalah bagian perjalanan yang menemani kehampaan hingga tiba saatnya waktu berlibur (ORB+Leave).


Menghitung hari…

Satu minggu berlalu sudah.. munggu berakhirnya si minggu berikutnya, hingga saatnya tiba untuk terbang mudik menemui keluarga tercinta di kampung halaman.

Bolehlah berbagi pengalaman, bila pernah menggunakan transportasi umum di negara di afrika atau mungkin dimana saja, bisa jadi serupa dengan yang ada disini. Until, then… Salam hangat dari Khartoum, Ibukota Sudan.

by Luigi Pralangga at 18 August 2008, 05:53

Dear Puguh,

Sudahpasti pengalaman unik yah bisa merasakan bagaimana rasanya naik kendaraan umum di Khartooum dengan bau yang sudah pasti gak akan lupa. Di Liberia, bus umum masih baru diperkenalkan selam ini hanya didukung oleh transportasi shared-taxi kuning nan-peyot itu.

Bersabarlah, hari-hari menuju cuti sudah dekat. :D Salam hangat dari Liberia.

by Donasion at 18 August 2008, 17:14

Mas Puguh,,,Mas puguh masih lumayan naik, apa namanya tuh?
Kalau saya di Harper,perbatasan Liberia, Pantai Gading,pernah naik ojek,,disini disebut Peng-Peng. Kayak motor bebek di tanah air. Mereknya TVS,,di pendakian,,saya harus turun karena si Peng-Peng gak kuat narik 2 penumpang.
Anyway,,,sabar ya,,,kan udh mau cuti.:D
Saya pulang mudik 7 September ini, mengitung hari nich.
Salam.

by Fina at 19 August 2008, 09:04

Puguh…
Ternyata baik2 aja dirimu d sana yak!! sukur deh :)

Salam dari aceh.
-Fina

by Yunita Dwiana P at 19 August 2008, 17:59

Mas Puguh, salut deh dengan tetap dijalankan tugasnya disana walaupun didera masalah alat transportasi sekalipun. Tapi yang namannya tugas ya tetap tugas kan mas, jadi harus tetap berjalan dengan cara apapun itu. Sabar deh mas kalau memang mau pulang kampung sebentar lagi .

by Mewal at 20 August 2008, 23:38

seng sabar ya nduk….

by wijaya at 23 August 2008, 12:44

wah itu photo duduknya siapa yang ngambil ya? berasa di terminal, jadi inget masa lalu..he..he….

by Kurniawan at 2 September 2008, 12:24

Wak, kapan cuti.. kami tunggu ko di Banda Aceh
btw, skype kok ga aktif2 seh.

by Kurniawan at 2 September 2008, 12:28

kaca mata nya keren tuh..
blh juga kalu nanti jadi oleh2

by Bella at 23 September 2008, 14:10

Dear Puguh,

Salam Kenal yah..
gmn pengalaman nya selama di darfur..
Saya boleh minta personal email nya?
Isnyaallah saya akan dikirim ke Darfur and i have no idea about sudan..kalo tidak keberatan saya mau tanya2 ttg Darfur/Sudan

Thanks,
Bella