Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 16 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 94 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Peringatan HUT RI ke-63 di Congo
Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Pertama baca artikel ini, aku bingung ma bahasa radionya, mpe singa, ...
by DeeAn in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Selamat bertugas, jalankan tugas dengan baik dan jaga nama baik (diri ...
by Artha in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Terus maju dengan menegakkan disiplin serta imparsialitas dalam mengemban tugas dibawah ...
by Luigi Pralangga in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
salut buat Tim Konga. sukses selalu di mana pun berada ...
by anbhar in Peralatan Pasukan GARUDA XXIII-B lulus standar pasukan PBB
duuh, akhir2 ini kok di kepala saya isinya congo melulu.. :( ...
by nadia in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Wow…two thumbs up for all of you guys there.
membuat anak2 ...
by aryo in Prajurit Garuda bangun Taman bermain untuk anak sekolah Lebanon
Itulah kenangan … yang pasti tdk akan pernah anda lupakan,pasti banyak ...
by Erfan Ahmad in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Sebuah langkah yang positive dalam membangun kerjasama dgn FARDC,hanya saja ...
by Erfan Ahmad in Pasukan TNI bantu tentara Kongo memerangi pemberontak
Yakin, pasti pengalaman bertugas di Lebanon ini adalah merupakan pembuka mata ...
by Luigi Pralangga in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
Saya membayangkan fotonya bakalan bersalju, ternyata tetep gersang juga yah, hehehe… ...
by silly in Kenangan di Bumi Pohon Cedar
63 tahun sudah umur bangsa kita saat ini. Terbayang oleh kita apa yang menjadi keinginan kuat bangsa ini sesungguhnya. Bangsa yang sejahtera, makmur dan rakyatnya mendapatkan keadilan yang merata dan mendapat perlindungan dari bangsanya terhadap bahaya yang akan mengancam seperti bahaya kelaparan dan kemiskinan, bahaya kerusakan sosial dan bahaya keamanan
Memang sampai saat ini semua itu belum …dan mungkin masih jauh dari bayangan kita karena terlalu kusutnya keadaan dan permasalahan di negeri tercinta ini dan sepertinya nggak ada habisnya, sehingga sepertinya dimata negara lain negeri ini tidak disegani sebagai negara besar dan tidak punya posisi tawar, karena kita lemah disegala bidang… (benarkah..?!!*#@???)
Namun sebagai anak bangsa dari negeri yang tercinta ini selayaknya kita tidak hanya pandai menilai kelemahan dan kekurangan yang ada, bak penonton sepakbola atau komentatornya – bersorak atau berkicau lihai memberikan penilaian terhadap pasangan klub yang sedang baku-tendang di lapangan hijau itu, seolah-olah dialah yang paling pandai mengolah bola menuju gawang lawan.
Ada banyak hal yang menarik untuk menjadi pemicu semangat membangun Bangsa Indonesia. Salah satunya bila kita mengikuti pepatah orang bijak yang mengajarkan untuk selalu melihat kebawah dan juga kedalam, menemukan dan faham akan sisi kekurangan serta kelebihan kita… dengan begitu, pada saat kita melihat banyak negara lain yang kondisi internalnya tidaklah lebih baik atau bahkan tertinggal dengan negara tercinta ini, tidaklah membuat kita menjadi pongah dan sebaliknya menjadi silau kemudian tidak percaya diri saat bersanding dengan negara lain yang lebih maju.
Kondisi internal mereka, baik dari sisi kemakmuran rakyatnya, keadaan ekonominya, situasi sosial – politiknya, kondisi ketahanan masyarakatnya maupun keadaan keamanannya negara-negara yang mengalami konflik internal atau konflik yang datang dari luar wilayah negaranya, masih memposisikan mereka jauh dibawah negara tercinta ini.
Sebagai contoh di Liberia, dimana konflik berkepanjangan telah membuat sebagian masyrakatnya menjadi apatis terhadap perubahan situasi yang terjadi dan kondisi lingkunganya. Dari contoh seperti ini, kita hendaknya dapat melihat sisi-sisi kekurangan serta kemajuan yang telah dicapai bangsa Indonesia, serta terus mengupayakan perubahan-perubahan positif terhadap pembangunan bangsa di masa depan.
Pembangunan pada seluruh sektor, yang lazim diperbincangkan sebagai pilar pembangunan suatu bangsa antara lain; sektor pembangunan kondisi ekonomi yang secara bersaman harus diperkuat dengan pembangunan kondisi sosial-budaya masyarakatnya, politik dan keamanan, sehingga secara berkesinambungan, juga memudahkan pembangunan dan penguatan ideologi bangsa Indonesia.
Ke-5 Pilar Pembangunan diatas tadi, dikemudian hari dapat menghantarkan kita menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani (…bukan ditakuti dan bila perlu sekaligus bangsa lain merasa aman bila bertetangga dengan Indonesia) oleh bangsa lainnya terutama di wilayah regional.
Jelas sangat terlihat, pada wilayah negara yang sedang dilanda konflik atau melalui periode pasca konflik, seperti di Liberia, biasanya mereka melupakan atau tidak melaksanakan pembangunan ke-5 pilar tadi secara lengkap terhadap bangsanya, artinya mereka tidak membangun/mendirikan/memperkuat seluruh pilar pembangunan secara terintegrasi.
Adalah mustahil membangun ketahanan ekonomi masyarakat tanpa memperhatikan pembangunan yang berkesinambungan pada ketahanan politik, sosial budayanya termasuk pendidikan, kesehatan masyarakatnya, ketahanan ideologinya dan akhirnya bermuara kepada ketahanan masyarakatnya pada konteks keamanan dalam lingkungan internal serta eksternal.
Hal ini, juga terlihat jelas pada negara-negara, termasuk mereka yang sudah maju sekalipun, bahwa acapkali mereka sering melupakan pembangunan kondisi sosial budaya bangsanya, sehingga terjadi letupan-letupan atau konflik dalam wilayah. Seperti contohnya; konflik yang disebabkan adannya perdebatan antar suku-suku yang berada disuatu wilayah dimana masing-masing merasa paling berhak, kuat, hebat serta berkuasa terhadap suatu wilayah/lahan atau tradisi/budaya. Selanjutnya masih banyak lagi contoh-contoh dari aspek lainnya yang dapat menjadi pelajaran berguna dan mengingatkan kita untuk selalu waspada dan mengambil hikmah dari kesalahan pihak lain tanpa harus mengulanginya dikemudian hari.
Untuk bangsa sebesar bangsa Indonesia yang terdiri dari beragam Suku, Agama, Ras dan berbagai macam golongan, seyogyanya harus terus diperkuat upaya penyatuan komitmen terhadap visi dan misi pembangunannya, sehingga mampu mengintegrasikan seluruh pilar pembangunan. Sebagai contoh; dengan terus melaksanakan perbaikan kondisi sosial masyarakat untuk dapat saling berinteraksi, berkomunikasi dengan baik, serta tumbuhnya toleransi yang tinggi terhadap setiap perbedaan tanpa melupakan akar budaya dari komunitas masyarakat tersebut, sehingga lambat laun akan tercipta lingkungan yang tertib dan bermartabat.
Hal tersebut diatas dapat menjadi pendidikan lingkungan yang sangat baik bagi masyarakat setempat, sehingga mereka akan menjadi lebih tertib teratur dan santun serta bersemangat untuk mengejar dan ikut berpartisipasi dalam pilar pembangunan lainnya. Bahkan beberapa pilar pembanguanan akan terlaksana dengan sendirinya seperti pilar keamanan, yang akan mudah terbentuk pada kondisi masyarakat yang tertib dan santun, serta saling menghormati.
Dengan sendirinya, situasi seperti ini akan mendukung upaya peningkatan kondisi ekonomi, karena masyarakat merasa aman.
Dengan kondisi ekonomi yang baik, mereka akan mudah mendapatkan pendidikan dan kesehatan yang baik, dan dengan kondisi demikian akan mendukung penguatan ideologi bangsa yang menjadi dasar dari seluruh pembangunan bangsa.
Memang untuk melaksanakan pembangunan suatu bangsa itu tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang tidak sebentar, namun niscaya, dengan visi yang baik dan didukung oleh penyatuan visi putra bangsa lainnya dan dijalankan dengan komitmen bersama serta kesabaran bangsa ini terhadap proses pembangunan yang akan dijalankan, disertai dengan ridho Allah SWT, maka cita-cita bangsa ini …Insya Allah akan terwujud.
Yang penting untuk difahami adalah; bagaimana menjalankan setiap tahapan proses pembangunan yang akan dilaksanakan, mengintegrasikan seluruh pilar pembangunan (bukan atas pemaksaan …atau kehendak sekelompok kecil saja), dan bukan hanya terkonsentrasi terhadap pencapaian hasilnya.
Untuk itu marilah kita sama-sama melaksanakan perubahan-perubahan di lingkungan kita terutama sumberdaya manusianya sebagai upaya untuk mendorong pembangunan secara menyeluruh dan berkesinambungan…. kita siapkan Indonesia untuk benar-benar merdeka dari kontrol bangsa lain lantaran ketidakmampuan (…yang sebenarnya kita sangatlah mampu, karena bangsa kita mempunyai segala sumber daya), atau akibat salah kelola terhadap bangsa ini.
Kapan waktunya? Sekarang!, bukan nanti atau tunggu siapa pemenang pemilu didepan.. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi?.
Sekali merdeka.. tetap merdeka! – mari kita buktikan bahwa “merdeka” bukan hanya disebut-sebut sebagai slogan repetitif pada tiap tahun peringatan HUT Proklamasi, namun lebih pada pembuktian nyata dari pekik semboyan itu.
Dirgahayu Indonesia ke-63, semoga Allah SWT melancarkan upaya perubahan dan pembangunan anak bangsa dan negara ini. Amin.
Betul Kang, semangat untuk memajukan bangsa Indonesia harus selalu bergelora di jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia, baik tua maupun muda. Merdeka!!!
Baca blogku Cerpen tentang 17 Agustusan :
bamcahyadi.blogs.fri…
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang membahana di dunia ini
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga masih dalam suasana bermimpi untuk hal itu…….
Semoga saja mimpi kita selalu yang indah-indah……Dirgahayu RI yang ke 63 tahun.
Nuhun,
Santoso N.
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita untuk kemajuan negara yang kita cintai.
Jika negara kurang baik, kita perbaiki, jika banyak yang KKN, kita singkirkan dan perbaiki dsb – sekarang juga.
Ingat pemeo yang dikatakan Nabi Muhammas SAW – dan yang kemudian dipopulerkan oleh John Kennedy – Ask not what the country can do for you, but what you can do for the country….
Kalau bukan kita, siapa lagi, kalau bukan sekarang, kapan lagi.
Salam dan selamat bekerja = beribadah!
FM
setuju!!
jangan pernah menunggu waktu yang tepat. kerna waktu yang paling tepat untuk melakukan perubahan ya SEKARANG ini!
perubahan itu dimulai dari diri sendiri dulu, dari hal2 kecil yang terlihat sepele tapi membawa dampak besar, misalnya: buanglah sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan di tempat umum (ibu2 banget yah contohnya?) hihihi…
ayo kita sama2 berubah demi bangsa Indonesia yang lebih baik di kemudian hari.
Kang Luigi,
BRAVO!
Akhirnya ada juga artikel di jagat blogosphere ini yang isi nya kritik membangun terhadap bangsa sendiri, bukan hanya ngenyek2-in yang jelek2 aja.. :D It is easy to be a soccer game comentator isn’t it… tapi yang kita perlu lakukan adalah sekarang menjadi pemain, bukan komentator!
Dan seperti yang kang Luigi bilang waktunya adalah SEKARANG.
Negara kita yang cantik dan indah ini, dengan sumberdaya yang kuat.. tapi kadang salah kelola. Sekaranglah waktunya sebagai pemain dan beraksi.. and let’s start with the man in the mirror.
Makasih ya Kang untuk posting ini… Keren!
Oh iyaa… Tidak lupa tentunya: Merdeka!
hehehehe
INDONESIA BISA……..
Salam ,
TjutHerlita.
JKT
Setuju!
Penyatuan komitmen emang hal paling penting (sekaligus paling susah) untuk kemajuan bangsa yang majemuk kayak Indonesia.
Optimis aja, mudah2an kedepannya pemerintah bisa menyatukan visi dan misi :)
Merdekaa!!
wah.. seneng bisa bikin orang lain seneng..
seneng bisa dikunjungin peacekeeper..
seneng dapet salam dari afrika barat.. =),
seneng baca artikel orang yang kerja di UN.. ___
salam dari Perancis.. =D!
moga2 mahasiswa dapat berpartisipasi dalam pembangunan bangsa ini dengan tidak kebanyakan salah melangkah.. bimbingan2 seperti inilah yang banyak kami butuhkan untuk itu, bukan begitu kang.. =),?
semoga bangsa kita menjadi bangsa yang besar
tidak hanya besar dari wilayah nya tapi besar dalam ekonomi dan sumber daya manusia nya.
wah aku jadi bergelora dalm hati mas, baca artikel ini
Sepertinya semangat ini telah lama hialng
kemana?…….ya dimakan oleh politikus2 korup yang ga punya
rasa patriotis,atau apalah yang ada ya komisi……..!!!
Gimana mas ngeberatasnya ya kasih ulasan nya dong.tqs
salam dari PAMULANG. dodi.
Setuju Indonesia pasti bisa maju, dimulai dari mental masyarakatnya terlebih dahulu. Tentunya diri kita sendiri dan mengajak semuanya dari keluarga, tetangga, teman-teman dst dst… untuk menyayangi negeri sendiri dan berusaha memajukannya. Insya Allah pasti bisa tercapai Indonesia maju lebih maju dari negara lainnya. Amin3x
bener mas klo gak dari sekarang kapan lagi..pemerintah yang nanti harus bisa menjamin rakyatnya makmur…merdeka dari para penjajah ya..tapi merdeka dari kemiskinan dan kebodohan belum..malah korupsi merajalela…gimana rakyatnya makmur klo terus di gerogoti tikus2 got alias para koruptor…!yang katanya indonesia itu di katakan negara berkembang kok sekarang ma negara india ajah kita kalah,keliatan dari struktur ekonominya masih jauh di bawah..dulu iya menuju era tinggal landas nah sekarang???????????padahal negara kita kaya akan hasil bumi….so ini PR bwt pemerintah yg sekarang dan yg menang di pemilu nanti jgn cuma janji2 kosong..maap..
Luiiiii, ya ampun apa kabar bo’ …
Tulisan kali ini bikin gue semangat lagi ! Sebenarnya udah mulai pesimis banget sama negara tercinta ini. Carut marut konversi minyak tanah ke gas, sistem pendidikan, pemilu kampreto, … duh apa sih yang nggak kampreto di Indonesia recently ! Tapi gue setuju, semuanya memang harus dimulai dari kita sendiri ! melakukan yang ada dalam jangkauan kita dulu ! dari diri kita ! keluarga kita. Sip lah ! Semangat lagi nih !
Merdekaaaa !!!
By the way, maaf lahir batin, selamat puasa ya !!!
Selamat hari kemerdekaan RI ke 63 tanggal 17 Agustus 2008, semoga peringatan ini menjadi pengingat bagi kita bahwa semua dalam melanjutkan pengabdian bagi bangsa dan negara yang kita cintai bersama…mohon maaf kang kalo udah lama sekali baru kirim kabar…aku sedang mengikuti pendidikan Seskoad di Bandung selama 11 bulan…lumayan sibuk terutama PR-PRnya yang dalam bentuk essay dan kajian….ngomong2 udah pindah posting ke Sudan nich kang????…jadi personel Movcon ya…berarti gampang ngatur flight seat dong…he3x….goodluck kang and all the best as always…GBU…..
merdeka juga!! :)
met puasa ya, gi.
moga lancar puasanya.
« Peringatan HUT RI ke-63 di Congo Latihan bersama Peacekeeping di Bangladesh »