Correspondent Luigi PRALANGGA
Total 3 comments
Podcast Status No podcast here!
Features Email article link
Posted 25 days ago
technorati View blog reactions
post to del.icio.us
post to digg
post to ma.gnolia
<< Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia
Kunjungan Panglima TNI ke Kontingen Garuda XXIII-B, Lebanon >>
Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.
Full archive here
Bang Luigi DKK,
Bethul, mari kita pupuk terus semangat kebangsaan kita ...
by Faesol in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Dear Kang Luigi,
I have nothing to say, saya juga ...
by Ngatiman Santoso in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Perubahan selalu terjadi.. mari mari kita gapai impian.. wujudkan negeri yang ...
by Jauhari in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Betul Kang, semangat untuk memajukan bangsa Indonesia harus selalu bergelora di ...
by Bamby Cahyadi in Indonesia bangkit: Pembangunan pilar-pilar itu
Mas Puguh, salut deh dengan tetap dijalankan tugasnya disana walaupun didera ...
by Yunita Dwiana P in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Mbak Aini salam kenal juga ya, waaahhh fotonya bagus banget yang ...
by Yunita Dwiana P in Salam merdeka dari Abidjan!
Akang, tugas yang dijalankan ke pedalaman Liberia kali ini sungguh seru ...
by Yunita Dwiana P in Oleh-oleh dari Greenville
whuaaaaa akhirnya bisa juga komment di sini!!!
salut emang bisa ngejalanin ...
by uwie in Oleh-oleh dari Greenville
Wah… jadi ingat waktu naik Dash7 ke Simeulue, waktu itu taon ...
by Fina in Oleh-oleh dari Greenville
Puguh…
Ternyata baik2 aja dirimu d sana yak!! sukur deh :)
Salam ...
by Fina in Kehidupan yang berwarna: “Dari Reksya hingga Amjad”
Seperti banyak kawan-kawan dari Military Observers, dan UN Civilian Police _yang bertugas di sectors serta mereka dari _Civil Affairs yang sering bepergian keluar masuk kampung pedalaman Liberia, mengatakan: “Coba deh main berkunjung ke Bomi Lake di Tubmanburg”, alamnya indah dan bisa jadi pelepas jenuh penat bekerja di Monrovia seminggu penuh itu..
Setelah berkunjung kesana, memang harus saya katakan bahwa Bomi Lake itu indah dan bisa jadi tempat piknik di akhir pekan. Danau Bomi, dahulunya adalah bekas lokasi penambangan bijih besi sekitar 30 tahun lalu, ketika perusahaan tambang tersebut menggali lebih dalam, masuk menrobos lapisan reservoir air dimana tekanan-nya terus meluap (persis seperti kejadian di Sidoarjo oleh perusahaan tambang Lapindo). Sejak itu air meluap memenuhi mining pit yang konon kedalaman pada titik dasarnya mencapai 300 meteran, seperti cerita penduduk setempat.



Tubmanburg, pada peta kekuatan militer UNMIL, dijaga oleh kontingen peacekeepers PakBatt dari Pakistan Army. Selain menjalankan kegiatan rutin berpatroli dan mengamankan daerah di Bomi County, PakBatt juga merenovasi areal seputar danau Bomi ini, pada kiri pojok (nggak keliatan) dari foto ini, dibangunlah sebuah areal piknik dan saung serta beton pembatas agar para staff UNMIL yang berkunjung untuk piknik di alam terbuka bisa menikmati keindahan alam di Danau Bomi dengan leluasa..
Selain fasilitas bungalow terbuka, juga dibuatkan sarana MCK bagi mereka yang lepas berenang disana bisa membilas. Selain airnya yang terlihat jernih, banyak sekali ikan-ikan yang tumbuh dan berkembang biak disana – bila dilemparkan secuil roti, wah ramai berebutan mereka.. berikut beberapa jepretan acara pelesir para staff UNMIL yang berkunjung ke Danau Bomi. Terima kasih buat anggota Kontingen dari PakBatt yang menyediakan boat-tour berkeliling danau.
Berikut beberapa jepretan yang menggabarkan keriangan kita saat mau diajak putar2 keliling danau itu.

Jangan gerak-gerak dong! – Ngiketnya susah!

“Eh, men, elu bisa berenang nggak?”
(Bulu idungnya banyak amat sih nih orang!)

Alamak! pake acara mogok lagi!
Ayo yang laki2 – nyebur dan dorong ke tepian!

Hore!
Lepas kloter pertama, akhirnya tibalah giliran si Kampret ini menikmati boat-ride itu:


Sudah pasti, meski senang berkeliling danau, siang harinya perut-perut ini mulai keroncongan, kawan-kawan di PakBatt sangat perhatian sekali yang sudah sejak kedatangan kita mulai memasak ayam panggang dan hidangan santap saji lainiya. Maklumlah kunjungan rombongan kita kali itu membawa serta para pejabat dari Supply Section, yaitu kantor seksi yang membekali mereka. Tidak heran kalau hidangan santap-saji tersedia secara express!

Sir, lunch is ready.. come this way, please..
Namun sebelum santap makan siang dimulai, tidaklah seru kalau tidak dimulai dengan berfoto bersama (halah! – alesan aja!).

Memang bekerja di post-conflict mission adalah sangat menjemukan dan stressful, namun demikian jikalau kita faham akan bagaimana bisa mengelola stress dan meluangkan cukup waktu untuk pelesir berlibur atau sekedar piknik keluar bersama kawan-kawan, insyallah bisa dinikmati masa penugasan mission assignment itu.
Buat Mbak Nilawaty di UNMIN (United Nations Mission in Nepal), udah pernah coba jalan-jalan keluar Kathmandu, misalnya ke Bhutan gitu?. saya ada kawan baik di UNDP Bhutan yang bisa jadi traveling host. Coba deh.. Let’s talk!
Ohya, satu berita hangat, salah satu Indonesian Staff yang sebelumnya bekerja di UNFPA – Kabul, Afghanistan telah mendapatkan promosi dna pindah bergabung dengan ONUCI, yaitu misi peacekeeping PBB di Ivory Coast, persis tetangga sebelah Liberia. Aini sekarang bertugas di Abidjan dan akan berencana berkunjung ke Monrovia.
Aini, ayo kasih tau itinerarymu, nanti kita piknik bersama pasukan lainya sembari dijagain oleh kawan2 dari PakBatt! All of you guys! – come an visit us here!.
Hari menjelang sore, kita sudah mulai cape keliling-keliling hingga ke puncak bukit, dan beberapa sudah mulai terasa kebelet pipis dan kebelet jenis lainya (BAB).

satu-dua-tiga!: “Say Cheese!”

Aduh, toilet dimana nih – kebelet pipis, men!
Setelah tanya sana-sini, diantarlah kita yang sudah pada kebelet ke fasilitas wese yang ada di Bomi lake. Begitu melihat si toilet dibawah ini.. wah, jadi tiba-tiba nggak jadi dan hilang tuh mules-nya. (Tahan aja deh sampai nyampe di Monrovia!).

Alamak! – Gimana kalau ada babi hutan nyeruduk masuk tuh!
Di perjalanan pulang, melihat sebuah taksi yang mengangkut pennumpangnya hingga dimuat di bagasi, lantaran karena susahnya kendaraan umum di Liberia dan menumpang di bagasi adalah hal yang lumrah bagi pengguna jasa angkutan umum di negeri ini.

Tarik jabriiik!
Kalau kalian ada yang berani begini untuk jarak 100 km lebih?. Pasti itu bujur (baca: Bokong) dan si tulang ekor sudah pasti remuk yah?.
loh mas sudah balik lagi ?!?
sorry belon berbalas SMS, asli kmrn itu gak ada pulsa, kebiasaan balas pake flexi jd lupa hihihi~
enak bener bertugas sambil refresing gitu…..bener mas jangan kerja terus bikin otak penat..mending jalan2 ..sambil cuci mata he..he…
gileeee… ngiri mode ON… dikau ini sungguh beruntung sekali yach… dapet kerjaan yg bisa jalan2 kemana 2 dibayarin pulak, nambah temen pulak…
wahhh, selamat. Tempat nya bener2 asyik dan seru kayaknya yahhhh…
« Ledakan Ranjau di dekat Markas Kontingen Indonesia Kunjungan Panglima TNI ke Kontingen Garuda XXIII-B, Lebanon »